GET TO KNOW ABOUT BACKGROUND OF FILM "BERSYUKUR" by Dilla Salsabila

GET TO KNOW ABOUT BACKGROUND OF FILM "BERSYUKUR"



Hai! kita berjumpa kembali, benarkah? Lama tak melihatmu mengunjungiku, aku penasaran bagaimana dengan kabarmu? kuharap baik baik saja ya!

Akhir akhir ini, kesibukanku dipenuhi dengan jadwal pembuatan Film untuk projek Uji Kompetensi Keahlian. Penasaran dengan ceritaku? yuk ikuti perjalananku dalam menyelesaikan projek film ku.


WHY I CHOOSE THIS THEME

Jenis dan Inspirasi Vidio

Pertama tama, aku memilih tema Film Pendek Fiksi dari keempat tema yang diberikan sebagai salah satu tema Film Uji Kompetensi Keahlian di Kejuruanku. Menurutku, film pendek fiksi lebih asyik dan menantang. Waktu yang diberikan untuk menyelesaikan film dengan tema Film Pendek Fiksi selama 72 jam terhitung dari pembuatan pra produksi, produksi hingga pasca produksi. Dengan rentan waktu yang dimintai 7 - 10 menit, Film Pendek Fiksi membutuhkan proses yang panjang, ini membuatku sangat bersemangat meningat akan banyak waktu mempelajari tentang pemakaian kamera yang benar dan tepat, selain itu tema yang kupilih ini melibatkan banyak peran yang dimana ini membuka komunikasi sosial dan interaksi yang baik untuk lingkungan sekitarku, dengan ini dapat melatih hardskill dan juga softskill yang kumiliki.

Berbicara sampai disini, sudah penasaran dengan Judul yang akan mengisi tema Filmku? Baik, sebelumnya biarkan aku memperkenalkan asalnya, Asdifizy Studios adalah salah satu tim produksi Film Pendek Fiksi yang terbentuk oleh Projek Uji Kompetensi Keahlian dari kejuruan Multimedia di SMK Negeri 5 Telkom Banda Aceh. Asdifizy Studios sendiri memiliki makna satu kesatuan yang digabungkan dari dua suku kata nama depan Crew Inti.

“Bersyukur” adalah judulnya, ini adalah Film Pendek Fiksi tahun 2024 karya Asdifizy Studios yang di Sutradarai olehku sendiri, Dilla Salsabila, dan memilih Zirly Az Zahra sebagai pemeran utama dalam ide cerita yang dirangkai oleh Fitri Rahmanda dalam sebuah Naskah. Aku juga berperan sebagai Kameramen utama dalam projek ini dan dibantu oleh Ashqal Ashqia sebagai Asisten Kameramen.


HOW ABOUT THE PROCESS

Premis, Sinopsis, dan Rangkuman

Film “Bersyukur” mengangkat tema inspirasi sekaligus iklan layanan masyarakat tentang pentingnya rasa syukur. Film ini didasarkan pada kehidupan sehari hari. Dimana menceritakan seorang siswi yang telahir dalam keluarga berkecukupan, selalu mendapatkan apa yang dia inginkan, namun pada suatu hari keinginannya tak terwujud sesuai yang ia inginkan dan membuatnya kesal. Kemudian rentetan kejadian di perjalanan hingga di sekolah membuatnya tersadar, bahwa mereka yang tak berkecukupan bahagia karna mensyukuri apa yang mereka miliki dan apa yang belum mereka miliki. Bahagia mereka tercipta karna mereka bersyukur, sedangkan ia bersyukur karna bahagia. Cerita ini ditulis sebagai bentuk tamparan publik kepada orang orang yang tidak bersyukur dan menyepelekan hal hal kecil.

Dibawah ini sinopsis dari Film Pendek Fiksi "Bersyukur"

"Lily adalah seorang anak yangn terlahir di keluarga yang berkecukupan, ia tinggal bersama ibunya. Semua yang dia inginkan pasti terkabulkan. Namun pada suatu hari, keinginannya tidak terpenuhi sesuai apa yang ia inginkan, ia kesal dan kehilangan semangat hidupnya.

Setelahnya, kejadian yang tak terlupakan mengukir hidupnya. Bagaimana semua itu mempengaruhinya? Akankah ia menemukan bahagianya lagi?"

Sampai disini, sudah penasara dengan Filmnya? Kalau begitu linknya akan ku letakkan di akhir halaman blog ini ya! Sebelum itu yuk intip proses pembuatannya terlebih dahulu!


TAKE A LOOK AT THE PRODUCTION

Lokasi, Alat Bahan, Teknik Movement, Angle dan Kendala saat shooting


1.  Lokasi

Berbicara mengenai lokasi pengambilan footage, kami memilih rumah aktor utama kami yang berada di Iliee Pango, rumah ini dijadikan sebagai rumah aktor utama dalam film yang memuat lokasi kejadian awal mula hari milik peran utama dimulai.


kemudian yang kedua jalan Simpang Jambo Tapee, 


ketiga jalan Stadion H. Dimurthala tepatnya di depan kantor PDAM Tirta Daroy, 


selain itu yang keempat di sekolah khususnya koridor, parkiran, kelas hingga kantin.


Kelima berada di jalan Lamnyong, dan lokasi terakhir berada di Lamnyong Coffe yang berada tepat di ujung jembatan Lamnyong menuju Darussalam.



2.  ALAT BAHAN



A.      Bahan Masakan

1.     Bihun

2.     Wortel

3.     Bawang

4.     Daun Bawang

5.     Seledri

6.     Saus Kecap

7.     Cabai

8.     Bubuk Kaldu

9.     Tomat

10.  Kemiri

11.  Garam

12.  Air

13.  Minyak

 

B.    Alat Masakan

1.   Batu ulekan

2.   Blender

3.   Wajan

4.   Centong

5.   Tempat makan

6.   Piring

7.   Kompor Gas

 

C.  Alat Bahan Keseluruhan selain Masakan bagian Scene.

1.     Handphone

2.     StandHolder

3.     Tripod

4.     Laptop

5.     Helm

6.     Tas

7.     Kacamata

8.     Jam

9.     Gelang

10.  Sepatu

11.  Kotak sepatu

12.  Kasur

13.  Boneka

14.  Poster

15.  Meja Belajar

16.  Kursi

17.  TV

18.  Mesin Jahit

19.  Lemari

20.  Cermin

21.  Perhiasan

22.  Make Up

23.  Handuk

24.  Mangkok

25.  Buku

26.  Dispenser

27.  Bunga Hias

28.  Alat Tulis

29.  Papan Tulis

30.  Mangkok

31.  Gelas

32.  Sedok Garpu


3.  Teknik Movement & Angle

Berbicara perihal Teknik Movement dan Angle, ada beberapa Teknik yang aku gunakan dalam pengambilan footage pada Film "Bersyukur", yaitu Tenik Pan Left / Right, Teknik Handheld, Teknik Steadicam, Teknik Dolly In / Out, Teknik Orbit, Teknik Pedestal,dan Teknik Crab.



Kemudian, untuk angle. Sebenarnya Medium adalah Angle utama yang kerap kugunakan dalam film ini, namun Angle High dan Low juga mengisi Scene to scene hingga Shoot to shoot.

Untuk detailnya, kau bisa klik link biru bergarus bawah ini untuk melihat rincian Teknik dan Angle yang kugunakan dalam proses Film ini, selain itu juga sudah kutuliskan deskripsi hingga penyusunan shoot to shoot dan scene to scene. 

Shortlist teknik dan kelengkapan "Bersyukur"


4.  Kendala saat shooting



Setelah kulewati proses pra produksi dan produksi, pahit manis menghiasi jalan proses pembuatan film "Bersyukur". Namun kali ini, bagian keduanya tak akan kejelaskan, namun sepertinya aku perlu membiarkan kau tau tentang kendala yang aku alami saat menjalani shooting, karna aku harap kau bisa meminimalisir kendala atau bahkan lebih baik menghapus kendala tersebut. 


A. Waktu

Waktu adalah kendala yang paling besar dalam proses yang melelahkan ini, dimana aku sebagai siswi semester akhir memiliki banyak jadwal yang bertebaran. Kami dituntut untuk menyelesaikan Projek Uji Kompetensi ini dengan waktu yang singkat, sehingga aku seringkali mengejar waktu tanpa jeda. Sungguh, melelahkan sekali, ditambah lagi waktuku sebagai sutradara sekaligus kameramen sangatlah padat, dan jika ada waktu free seringkali itu tak sesuai dengan jadwal kosong Crew dan Aktor aktorku. Ini membuat kami kalang kabut, bahkan kami  pernah beberapa kali mengebut menyelesaikan tugas Ujikom ini di saat jam mata pelajaran lain.


Jadwal shooting bentrok dengan jadwal lain, aku berharap di projek selanjutnya memiliki lebih banyak waktu dan difokuskan pada suatu projek saja, karna menurutku proses yang diburukan akan membuat hasil yang kurang maksimal, ini tentu sangat berpengaruh bagi sisi akhir nanti.


B.  Lalai atau tidak serius saat memainkan peran atau karakter


Karakter dalam suatu peran ialah hal yang sangat penting dalam sebuah Film, dimana ini berpengaruh besar bagi 85 persen isi didalamnya, penonton mengambil kesan langsung atas tindak aksi dan juga mimik ekspresi pada suatu aktor yang bertugas, disinilah kendala yang duduk di peringkat kedua terbesar setelah waktu. 


Berdasarkan proses produksi yang telah kulewati, para aktorku yang belum mempersiapkan dengan matang beberapa kali mengalami kesalahan atau kurang kemantapan dalam memainkan karakternya. Ini membuat pengambilan footage secara berulang dan juga memakan banyak waktu.


C.  Kondisi cuaca dan keadaan di Lokasi

Cuaca dan keadaan pada lokasi tujuan memiliki peran yang sangat penting dalam proses produksi. Dimana ketika cuaca tak mendukung dan keadaan di lokasi tak sesuai, ini bisa menimbulkan "berantakan" dalam isi cerita. Oleh sebab itu sebagai sutradara, aku harus bisa membaca perkiraan waktu dan meminimalisir hal hal yang berada di luar konteks untuk tidak terjadi, ini sangat penting guna menghemat waktu dan membuat isi cerita yang sesuai yang direncanakan pada storyboard atau naskah.


PASCA PRODUCTION

Editing & Kendala saat editing

Memasuki tahap Pasca Produsi, dimana ini adalah sentuhan akhir dari Proses pembuatan Film Pendek Fiksi "Bersyukur" . Saya sendiri sebagai editor sebenarnya tak mengalami banyak masalah saat pengeditan selain bimbang memilih footage yang akan dipilih untuk masuk kedalam frame vidionya. Pada bagian ini, rasa semangat sangat tinggi karna melihat projek sudah akan jadi, mengatur color grading, penataan suara dan backsound beserta efeknya dan juga adjustmen-nya yang menjadi sentuhan akhir sebagai penghalusan video yang yang menjadi sebuah Film indah di indra penglihatan dan juga indra pendengaran.

Namun, tak lepas dari kendala saat editing, memang tak bisa dipungkiri dalam setiap proses memiliki kendala. Dan pada tahap ini satu satunya kendala terbesar adalah memory atau ruang penyimpanan dan juga jaringan internet.

Perangkat yang tak memiliki ruang penyimpanan yang mencukupi juga menjadi masalah bagi editor, dimana ini bisa memutuskan harapan editor, hei bung bagaimana bisa karya kita gagal hanya karna proses rendering ??!!

Jaringan internet yang tidak stabil atau perangkat yang macet, duh ini sih sudah tidak jarang dan satu satunya cara adalah melakukan rendering saat jaringan stabil dan sesudah merefresh perangkat editing.



CLOSING

Nah, itulah proses dalam pembuatan Film Pendek Fiksi "Bersyukur" sebagai projek Uji Kompetensi Keahlian kejuruan multimedia. 

Kira kira sudah sejauh ini, apa masih tertarik untuk menonton hasilnya? atau bahkan kamu merasa semakin tak sabar untuk menontonnya? yap! sesuai omonganku diawal, akan ku beri link tayang perdana "Bersyukur" pada YouTube sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Yuk absen dulu siapa yang bakal bari di paling depan ketika launcing Film Pendek Fiksi "Bersyukur"

Dilla Salsabila

Diriector of Asdifizy Studios 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pojok Baca Sekolah, Solusi di Tengah Minimnya Literasi

My cat